Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 07.00 s/d jam 21.00 , Melayani Orderan Setiap Hari
Beranda » Artikel Terbaru » Kiat Membeli Motor Bekas agar Tidak Tertipu

Kiat Membeli Motor Bekas agar Tidak Tertipu

Diposting pada 11 June 2013 oleh Summase S Pd

Siapa yang tidak tertarik memiliki motor baru? Namun, gara-gara keterbatasan dana, sebagian orang berpaling ke membeli motor bekas.

Jika Anda termasuk salah satunya, berhati-hatilah. Saat ini banyak kondisi motor bekas tidak sesuai harapan. Ada-ada saja kerusakan yang ditimbulkan. Walhasil para pembeli motor bekas jadi kesal karena sering keluar uang buat perbaikan dan membeli suku cadang.

Nah, untuk menghindari kejadian seperti itu, Divisi Humas Kepolisian Republik Indonesia punya tip dan trik menarik dalam membeli motor bekas:

1. Cek harga pasar
Sebelum mencari motor bekas, sebaiknya cek harga motor di pasaran terlebih dahulu baik dari koran, majalah atau internet, misalnya http://roda-dua.com.

2. Cek nomor rangka dan mesin motor
Periksalah nomor rangka dan mesin motor. Sesuaikan dengan STNK dan BPKB.

Pastikan tidak ada bekas ketokan di nomor rangka dan mesin. Jika ada, besar kemungkinan itu motor curian. Penadah biasa mengubah nomor rangka (agar sesuai STNK/BPKB) dengan cara mengetoknya.

Cara lain untuk yakin, cek nomor polisi melalui SMS. Caranya, ketik Metro[spasi]nomor polisi

Contoh: Metro B8118HJ — kirim ke 1717 (Jakarta).
Atau: JATIM L4444LY — kirim ke 1717 (Jawa Timur).

Catatan: Ketika kami coba, kami mendapat balasan bahwa sistem sedang ada gangguan sehingga kami disarankan cek ke SAMSAT terdekat.

tips membeli motor bekas3. Cek kondisi fisik
Periksa kondisi bodi, spion, baut, dan lain sebagainya. Apakah terlihat banyak goresan, kondisi retak atau pecah? Akan lebih baik jika semua yang menempel pada motor adalah suku cadang asli.

4. Cek kondisi oli
Buka dan ukur oli yang ada di dalam mesin. Pastikan ukuran oli tidak berlebihan, karena oli yang berlebih akan membuat suara mesin menjadi lebih halus, sehingga dapat menyembunyikan suara asli motor yang mungkin berbunyi kasar atau berisik.

5. Cek speedometer
Pastikan agar tidak ada retak atau adanya bekas pembongkaran. Lihat jumlah berapa kilometer yang telah ditempuh. Jika di atas 20.000, maka dapat dipastikan akan banyak sekali komponen mesin yang akan segera Anda diganti. Tentunya dengan anggaran yang tidak sedikit.

6. Hidupkan mesin
Coba hidupkan mesin motor, apakah bisa stasioner atau langsam. Karena kondisi pada mesin yang tidak bermasalah dapat langsam pada putaran kurang lebih 1500 rpm. Serta pastikan juga bahwa tidak ada bunyi-bunyian yang kasar di dalam mesin.

7. Cek perpindahan gigi
Jalankan kendaraan, dan perhatikan posisi perpindahan gigi apakah terasa sulit atau tidak. Apabila terasa sulit berarti menandakan kampas kopling motor tersebut akan segera habis. Satu lagi yang perlu diperhatikan juga adalah, jika terdengar suara mendesir pada saat motor berjalan. Kemungkinan besar gigi primer dari motor tersebut akan segera habis.

8. Cek rangka atau sasis
Perhatikan kelurusan roda motor depan dan belakang, dan pastikan bahwa rangka atau sasis motor tersebut tidak bengkok. Jalankan sekitar 40 km/jam dan tekan rem sedikit mendadak untuk pastikan motor tidak sulit dikendalikan. Hal ini berguna untuk mendeteksi lurusnya sasis dan poros setang atau setir.

9. Cek kebocoran
Usahakan Anda dapat mencoba jalankan motor lebih lama, dan setelah motor dijalankan kurang lebih sekitar 500 meter, perhatikan apakah terlihat adanya oli yang bocor melalui sela-sela mesin. Atau air radiator bocor bagi motor yang menggunakan radiator.

10. Cek kelistrikan
Periksa juga kelistrikan dan lampu-lampu seperti lampu motor depan, lampu sein, lampu rem belakang, klakson, lampu speedometer, atau starter elektrik motor. Apabila semua berfungsi atau hidup, berarti tidak ada kerusakan pada komponen dan kondisi aki motor tidak ada masalah.

11. Cek kondisi roda
Lakukan pengecekan terhadap roda. Bagaimana kelurusan antara roda depan dengan roda belakang, hal ini untuk meyakinkan bahwa sasis atau rangka tidak membengkok, motor yang mengalami jatuh atau benturan keras bisa menyebabkan kebengkokan pada sasis.

12. Kalau bisa cobalah test-drive
Mintalah kepada si penjual agar Anda bisa menjajal mengendarai motor tersebut lebih lama. Anda tentu akan bisa merasakan apakah motor tersebut ada kelainan. Apakah setangnya lurus, apakah akselerasinya bagus, dll.

data-ad-format="link">

Kini setelah Anda tahu persis kondisi motor yang Anda beli, Anda tinggal memikirkan harga yang ditawarkan. Apakah cocok?

Bagikan informasi tentang Kiat Membeli Motor Bekas agar Tidak Tertipu kepada teman atau kerabat Anda.

Kiat Membeli Motor Bekas agar Tidak Tertipu | TOKOINA-JUAL PRODUK KESEHATAN dan KECANTIKAN

Belum ada komentar untuk Kiat Membeli Motor Bekas agar Tidak Tertipu

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

2 + seventeen =

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
SIDEBAR