Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 07.00 s/d jam 21.00 , Melayani Orderan Setiap Hari
Beranda » Artikel Terbaru » Rahasia kecantikan Andien

Rahasia kecantikan Andien

Diposting pada 9 April 2014 oleh Summase S Pd

TOKOINA.COM – Siapa yang tidak kenal dengan Andien? Penyanyi yang sekarang dijuluki ‘La Petite Chanteuse’ ini makin berkilau saja baik prestasi maupun kecantikannya. Sebagai salah satu selebriti Indonesia yang memiliki followers terbanyak di Instagram maupun Twitter, rasanya popularitasnya ini dapat diatribusikan kepada foto-fotonya yang cantik dan berkelas. Kalau membaca komentar-komentar di Instagram, pujian untuknya seperti tak berhenti mengalir. Banyak juga yang penasaran, bagaimana, sih, rutinitas kecantikan Andien? Krim muka apa yang dipakai? Lipstiknya? Bedaknya? Dokter kulitnya?

Inilah hasil obrolan Putricaya | Female Daily dengan La Petite Chanteuse ini.

Her Make Up History:
“Sampai detik ini, gue nggak pernah pake makeup tiap hari karena setiap nyanyi gue makeup, tiapinterview juga makeup, jadi kalau sehari-hari gue malah nggak makeup-an. Pertama kali belajar makeup itu tahun 2000 karena mau berangkat festival ke luar negeri dan nggak ada budget untuk memberangkatkan makeup artist ke sana. Nyokap pun memaksa untuk belajar makeup, sedangkan gue nggak punya makeup sama sekali, nggak ngerti teknik sama sekali. Dulu makeup-nya yang ngasal gitu, lho, nyontek majalah NoNo (majalah Jepang) hahaha…. Jepang-Jepang yang nggak jelas gitu makeupnya. Waktu itu makeup yang bagus untuk keperluan show cuma Make Up Forever karena belum banyak brand yang masuk, dan akhirnya belajar di Mas Ferry yang pada saat itu menjadi trainer di sana.

Orang yang pertama kali makeup-in aku itu Mas Irwan Riyadi. Jaman itu, standar makeup-nya adalah kelopak mata dipakein scotch tape! Semua yang nyanyi pasti dipakein itu. Di atas scotch-nya pasti glitter. Jadi gue lumayan melewati beberapa fase makeup. Nggak ada, tuh, dulu yang namanya flawless makeup segala macem karena dulu patokannya adalah Krisdayanti yang serba ‘wow.’ Jadi gue masih nyari-nyari jati diri makeup dan kebingungan sendiri.

Hasil makeup sekarang ini adalah contek ilmu berbagai makeup artist yang pernah gue temui sampai sekarang dan di-combine aja yang paling bagus dan cocok yang mana. Turning point paling besar adalah ketika kenal dekat sama Mbak Yuni Shara sekitar 5 tahun yang lalu. Gue benar-benarmerhatiin banget cara dia dandan, bikin (eyesocket gimana. Menurut gue itu lebih make sensedibanding gue nyontek makeup artist yang kadang terlalu teknik atau teori. Kalau Mbak Yuni, tuh, yang “Langsung praktiknya, yuk, Ndien!”  Contohnya aja soal bulu mata, dia itu ‘kan orang yang nggak pernah lepas dari bulu mata, bangun tidur langsung “5121” (Red: Nomor seri bulu mata). Itu dia pasang bulu mata sambil merem kali! Hebat banget menurut gue hahah..jadi gue banyak belajarnya justru dari Mbak Yuni, cara bikin socket sampai bikin smoky eyes yang gelap banget.

Tapi waktu di era-era itu, akhirnya gaya dandanan mata gue, tuh, smoky eyes terus karena gue nggak tahu cara bikin yang lain. Makin ke sini, makin sering ketemu make up artist yang gayanya sangatflawless, gue belajar. Dulu serem banget, sih, makeup-nya hahaha… dulu gue masih punya eyeshadow warna hijau gitu, sekarang udah Naked (Palette) aja satu cukup. YSL Eyeshadow ini satu-satunya warna hijau yang gue punya. Kalau untuk bereksperimen dengan makeup yang lebih berani… I would do that, but not by myself. Gue lihat kemampuan orangnya juga, kalau kaya Mas Ferry gitu misalnya, gue mau coba. Tapi gue ‘kan makeup sendiri, tuh, kalau event-nya nggak terlalugede atau kepepet. Kalau misalnya buat majalah gitu, gue nggak berani. Dan gue juga moody banget kalau make up sendiri.”

Her Recent Beauty Purchase:
“Foundation Cle De Peau. Gue nitip sama teman yang ke Jepang karena harganya beda jauh banget.So far gue suka, sih, natural banget.”

Her Beauty Shopping Habit:
“Jarang. Karena gue jarang makeup tiap hari, jadi gue nggak terlalu BM (banyak mau) kecuali gue ngerasa ada yang dibutuhkan buat nyanyi. Nggak ribet sama sekali tentang makeup. Karena guengerasa udah kenal sama muka gue sendiri, jadi kalaupun gue harus beli makeup, gue bakal banyak pertimbangan, ini bakal work out nggak, cocok nggak sama gue. Contohnya gini, gue ngerasa jelek banget pake lipstick warna pink. Pink Barbie gitu. Itu banyak banget dilakukan sama MUA tapi gue merasa nggak cocok. Terus plum yang cenderung ke hitam. Kalau buat photoshoot dan styling-nya tepat, sih, nggak apa-apa, tapi nggak bakalan gue pakai hangout gitu.  Gue, tuh, kaya gini, gue punya Russian Red, tapi gue nggak bakalan beli Ruby Woo karena rasanya sayang aja. Karena gue udah punya lipstick yang merahnya lebih gelap, Bobbi Brown misalnya, yang bisa gue campur-campur. Lipstik nude andalan gue itu MAC Kinda Sexy, lihat aja nih sampai bentuknya udah nggak karuan gini.

Buat contouring sama highlighter aja gue pake Kryolan yang udah lama banget, jelek banget bentuknya karena udah nggak tahu dari tahun kapan gue punya itu hahaha. Kalau foundation, gue punya beberapa jenis untuk event yang berbeda. Gue pake Armani, Cle de Peau, MUFE Mat Velvet, Chanel, sampai yang ringan kaya Benefit juga ada karena jenis acaranya banyak banget. Mulai darioutdoor sampai ada yang resmi banget sampai gue harus pakai 3 lapisan! Bener-bener sesuai kebutuhan banget. Sejauh ini, sih, yang paling enak buat gue si Giorgio Armani.”

Her Secret Weapon:
“Lem bulu mata, beli di pasar baru harganya Rp. 15.000,-. Udah, gue nggak mungkin ganti-ganti lagi karena ini bagus banget, nempel banget, dan warnanya hitam. Gue juga tahunya gara-gara suatu hari gue ada nyanyi di Bogor, terus gue lupa bawa lem bulu mata. Bingung ‘kan, di mana coba nyari lem bulu mata di Bogor? Terus gue ketemu make up artist yang lagi dandanin satu keluarga di acara kawinan itu, gue minta pinjem ke dia, dan dia langsung kasih lem bulu mata ini. Pas nyobain, gila, nempel banget! Warnanya hitam, lagi. Yaudah langsung asisten gue nanyain, ini beli di mana hahaha.”

Her Beauty Muse:

“Mbak Moengga (Loemongga Haoemasan). Waktu kemarin Java Jazz, itu kan peliket banget, panas, keringetan segala macem, apalagi di foodcourt-nya. Terus gue lihat dia dari jauh lagi makan, diaflawless banget. Mukanya nggak ada keringatnya sama sekali, rambutnya cuma dikuncir ke belakang, bahkan lipstick merahnya nggak berantakan. Gue sampai nanya, “Mbak Moengga perawatan kulitnya apa, sih?” Hahaha. Dia kelihatannya kaya seumuran sama Pevita Pearce!”

Her Beauty Mishaps:
“Kalau beauty treatment, tuh, banyak banget! Dari pertama kali gue makeup-makeup, gue nggak percaya kalau nggak ke dokter atau treatment.  Karena semua (makeup) yang gue pake ini kimia, kalau nggak dilawan dengan kimia lagi nonsense menurut gue. Akhirnya gue ke banyak dokter, walaupun nggak sampai heboh ngelupas-ngelupas. Pokoknya kalau denger dari orang ada dokter bagus, gue coba.  Gue sempet jerawatan parah banget, entah karena hormon, susu protein, atau nge-gym terus keringetan dan jadi jerawatan, atau karena makeup juga bisa jadi. Nah terus gue sempet mengikuti saran temen gue ada dokter estetika yang bisa dipanggil ke rumah gitu, suntik-suntik. Iya, memang hilang jerawatnya tapi habis itu kulit gue bolong. Bener-bener bolong! Serem banget gue sampai mau nangis. Ya itu, kesalahan-kesalahan gue adalah coba-coba sana-sini. “

Rahasia kecantikan Andien

Rahasia kecantikan Andien

On Botox and Advanced Beauty Treatment:
“Sebenernya menurut gue nggak apa-apa kalau memang butuh, asal jangan diada-adain aja. Karena gue pernah botox dan jeleknya minta ampun, buat gue. Gue nggak tahu sebenernya what to expect,sebenernya harusnya bagaimana. Jadi waktu itu gue denger botox bisa bikin (wajah) lebih tirus, gue coba dan hasilnya nggak banget, jelek banget. Muka gue jadi nggak kaya gue. Jadi nggak ada jarak antara rahang sama leher. Mungkin botox-nya terlalu bagus kali ya sampai jadinya kecil banget muka gue hahaha. Menurut gue, beauty treatment ataupun surgery itu nggak bisa cuma tekniknyaaja, tapi harus punya sisi artsy dan dilihat dari unsur estetikanya juga. Biasanya orangnya harus rada artsy dan aneh… hahaha. Temen-temen gue yang pergi ke plastic surgeon di Thailand-lah atau di sini tapi dokternya yang “Gue bisa bikin begini, sesuai permintaan lo, tapi ya nggak tahu cocok di lo atau nggak.”

Her Beauty Transformation:
“Makin ke sini gue makin banyak tahu treatment dan makin kenal sama diri gue sendiri. Jadi gue tahu apa yang boleh gue jalanin dan apa yang tidak. Kuncinya dari melakukan semua perawatan yang ada, adalah nggak boleh BM (banyak mau). Ketika orang melihat “Oke bagus,” itu kita nggak boleh ingin memperbagus lagi. You have to know when to stop. Ketika lo kenal karakter (fisik) lo sendiri, lo akan tahu lo pantesnya terlihat seperti apa dan harus ngapain…. Dan itu nggak hanya berlaku buat treatment saja, tapi juga buat belanja baju, misalnya. Lo mesti ngerti aja, apa yang bagus buat lo jadi nggak spend and do too much.”

On Aurel’s Beauty Transformation:
“Gue nggak tahu exactly dia ngapain, karena gue belum pernah nanya sama dia maupun sama Krisdayanti-nya. Yang gue tahu dia perawatan giginya sama kaya gue. Yaa mungkin dulu ‘kan dia pake braces, kaya gue juga dulu pake braces, sekarang sudah copot ya secara nggak langsung bentuk bibir ikut berubah, walaupun orang-orang bilang gue operasi bibir segala macem. Yang lainnya mungkin treatment sama makeup, kali ya, apalagi kalau tantenya Yuni Shara, pasti bisa belajar banyak banget.”

Her Hair History:

“Rambut gue tuh tergolong tipis banget! Bahkan sampai umur 3 tahun, gue nggak punya rambut alias botak, sampai nyokap gue tuh yang “Ini anak cewek apa cowok, sih, kok nggak punya rambut?” Hahaha…. Gue dikasih kemiri lah, minyak pusaka ambon, dan segala macem, pokoknya kepala gue udah diacak-acak dari kecil. Akhirnya tumbuh, panjang tapi tipis-tipis gitu, ngeselin banget! Hahaha…. Nah, pas gue udah gede justru concern gue lebih ke alis yang tipis. Akhirnya gue ke dokter kulit dan dikasih obat penumbuh rambut namanya HairGro, yang nggak cuman bisa numbuhin rambut tapi juga alis. Waktu itu sekitar tahun 2007-2008, alis gue berhasil numbuh tebal banget kaya Shinchan, serem banget. Nah, begitu sudah di-wax, bagus banget alisnya. Gue make itu di rambut tapi nggak telaten.

Beberapa tahun terakhir, gue pakai si shampoo kuda Mane’n’Tail itu. Tapi yang jelas, semakin kelihatan tebel itu sebenarnya ketika udah dipotong pendek. Jadi gue emang harus pendek terus. Rambut nggak rontok, nggak berat. Dulu rambut gue pernah ditelaah oleh Kerastase, ternyata rambut gue bukannya sedikit tapi tiap helainya itu tipis banget, jadi rambut gue kaya nggak ada ‘body’-nya.  Makanya kalau lo lihat perawatan rambut gue, pasti semuanya yang menambah volume rambut. Terus hampir tiap hari gue pake foam Tresemme 24 Hour Body Foaming Mousse. Gila, itu bagus banget!! Gue nyesel banget  waktu itu (di New York) nggak beli banyak karena nggak dijual di sini. Terus hairspray-nya juga, si Mitch Stone Texturizing Spray ini direkomendasiin sama hairstylist waktu Fashion Week di New York. Ini bisa dipakai tiap hari karena teksturnya ringan banget, nggak kaya mau ke kawinan gitu. Gue nggak pake conditioner karena malah ngeberatin rambut dan bikin lepek. Jadi buat melembutkan rambut gue pake serum…. Kalau mau lebih ngembang lagi, sebelumngeringin rambut,  gue semprotin texturizing spray di akar rambut. The Best banget, deh, si Mitch Stone ini. Oh iya, hairdo yang bisa gue lakukan juga terbatas banget. Andalan gue sih dikeriting. Jadi pergi nyanyi keriting, pulang-pulang wavy gitu haha…. Gue juga suka model klimis. Sekarang, sih, enak, tinggal disisirin ke belakang aja. “

On Instagram Comments and Trolls:
“Gue sebenarnya terserah aja ya, namanya juga forum bebas. Forum publik, orang mau ngomong apa aja boleh. Tapi balik lagi, itu Instagram gue, itu page gue, jadi ya gue juga bebas, dong, kalau maufilter orang. Dia bebas aja ketika mau mengutarakan sebuah opini, tapi gue nggak mau opini dia itu membentuk opini bagi orang lain yang tadinya tidak berpikir seperti itu. Apalagi tentang agama, tentang gue buka-bukaan baju segala macem. Ini agak freak, sih, dan gue belum pernah liat orang lain melakukan hal ini, tapi gue melatih asisten gue untuk mem-filter komen-komen yang masuk ke Instagram gue. Setiap gue nge-post apa, kalau ada komen-komen yang ‘gini-gini’ ya lo langsung hapus aja. Gue nggak senengnya bukan karena dia (sang komentator) berpendapat (negatif) seperti itu, tapi gue nggak seneng kalo hal tersebut jadi panjang. Orang malah jadi ngobrol segala macem. Di satu sisi itu bisa mendongrak popularitas. Orang seneng bacanya, terus jadi follow lo. Tapi menurut gue itu (perdebatan antar komentator di Instagram) jadi lumayan sampah. Dan ternyata itu lumayan jadi perhitungan bagi banyak brand dan desainer. Kalau dulu-dulu lebih melihat ke kuantitas, banyak-banyakan followers, kalau sekarang mereka sudah lebih ngelihat kualitasfollower-nya.

If Compliments Ever Get into Her Head:
“Hmm… nggak sih, habis kalau lihat Instagram yang lain juga kayanya mereka-mereka juga yang muji si ABCDE “Cantik banget, cantik banget.” Yaudah, selewat aja…. Lagian, itu ‘kan elo mikirnya begitu, kalau gue ‘kan yang tahu bahwa di antara pujian-pujian itu, terselip juga yang nyela-nyela…. Itu semua gue yang tahu. Kadang gue masih suka ambil hati, sih, gue suka sedih dan kepikiran juga. Gue masih mikirin banget pendapat orang segala macem… emang gue orangnya begitu, hehehe.” (FemaleDaily.com)

data-ad-format="link">

demikianlah wawancara mengenai Rahasia Kecantikan Andien, semoga bermanfaat.

Bagikan informasi tentang Rahasia kecantikan Andien kepada teman atau kerabat Anda.

Rahasia kecantikan Andien | TOKOINA-JUAL PRODUK KESEHATAN dan KECANTIKAN

Belum ada komentar untuk Rahasia kecantikan Andien

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

twenty − 3 =

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 300.000
Ready Stock / MG608
Rp 30.000
Ready Stock / BAGEA
SIDEBAR