Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 07.00 s/d jam 21.00 , Melayani Orderan Setiap Hari
Beranda » Artikel Terbaru » Gangguan Tiroid Bisa Menyebabkan IQ Rendah

Gangguan Tiroid Bisa Menyebabkan IQ Rendah

Diposting pada 22 November 2014 oleh Summase S Pd

Gangguan Tiroid Bisa Menyebabkan IQ Rendah – Ketika mendengar kata tiroid terkadang langsung terbayang tentang penyakit gondok. Anggapan ini ada benarnya, tetapi ternyata pengaruhnya bukan hanya itu. Penyakit tersebut jika tidak segera diobati juga dapat menjadikan gangguan keterbelakangan mental bagi seorang anak.

Masalahnya penyakit tiroid sering tidak terdiagnosa dan tidak terobati dengan baik karena pengetahuan masyarakat tentang tindakan preventif dan pengobatan penyakit ini belum memadai.

Direktur Merck SeronoEvie Yulin mengatakan masyarakat jarang menyadari pentingnya kelenjar tiroid kecuali ketika terjadi gangguan akibat kegagalan fungsinya. Di dunia, sekitar 1,6 miliar orang berisiko mengalami penyakit kelenjar tiroid, 60% dari mereka tidak menyadari jika mereka sedang mengalami gangguan dan hanya 1% yang melakukan pengobatan terhadap penyakit tersebut.

“Di Indonesia saja, dari data yang dipaparkan Kementerian Kesehatan ada satu anak berbanding 3.000 anak yang terdeteksi mengidap penyakit tersebut,” katanya pada saat penandatanganan Nota Kesepahaman antara Merck Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dalam Program Sosialisasi Tiroid di Bekasi.

Tiroid adalah salah satu kelenjar endokrin terbesar dan terdiri dari dua lobus yang terhubungsatu sama lain. Kelenjar tiroid berada di bagian leher, berada di bawah tulang rawan tiroidyang membentuk penonjolan laring atau lebih dikenal sebagai jakun.

Gangguan Tiroid Bisa Menyebabkan IQ Rendah

Gangguan Tiroid Bisa Menyebabkan IQ Rendah (Ilustrasi)

Kelenjar tiroid mengendalikan seberapa cepat tubuh menggunakan energi, membuat protein, serta seberapa sensitif tubuh terhadap hormon lainnya, termasuk seberapa cepat membakar kalori dan denyut jantung.

Seluruh kegiatan yang terjadi secara bersamaan tersebut tadi dikenal juga sebagai metabolisme tubuh. Kelenjar tiroid yang bekerja dengan baik akan menghasilkan jumlah hormon yang dibutuhkan dengan tepat untuk menjaga metabolisme tubuh agar bekerja pada tingkat yang tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.

“Hormon tiroid itu membantu proses keluarnya T3 dan T4 dari otak untuk menjaga metabolisme tubuh bekerja dengan baik. Lalu, sambungan-sambungan saraf pada otak pun membutuhkan hormon tersebut agar maksimal bekerjanya,” kata Konsultan Endokrin Anak–Kelompok Kerja Nasional Screening Hipotiroid Kongenital dr. Erwin Soenggoro.

Erwin menjelaskan jika seorang bayi memiliki lebih dari 20 mikro unit hormon tiroid per liter, maka dia dicurigai mengidap penyakit gangguan kelenjar tiroid. Jika jumlahnya dibawah angka tersebut dianggap masih normal.

Kelenjar tiroid dapat mengalami dua gangguan utama.

Gangguan pertama dikenal sebagai hipertiroid atau tiroid yang terlalu aktif yakni kelenjar tiroid yang terlalu aktif menghasilkan jumlah hormon yang berlebihan.

Gangguan kedua,hipotiroid atau tiroid kurang aktif yaitu kekurangan hormon tiroid yang bisa menyebabkan fungsi tubuh melambat.

Kaum perempuan lebih rentan terserang penyakit ini dan biasanya muncul pada usia 40-an hingga 50-an tahun. Risiko perempuan terkena gangguan kelenjar ini bahkan tiga kali lipat dibandingkan dengan laki-laki. Adapun risiko serangan tiroid pada laki-laki muncul pada usia 60-70 tahun.

Selain itu, penyakit hipotiroid sangat berbahaya apabila ditemukan pada bayi yang baru lahir. Jika bayi tersebut terdeteksi, bisa mengundang risiko keterbelakangan mental alias ber-IQ rendah karena metabolisme tubuh bekerja lebih lambat sehingga perkembangan otak bayi tidak akan sempurna.

Gejala gangguan tiroid pada bayi

“Untuk melihat gejalanya pada bayi sangat sulit karena tidak terlihat. Namun, setelah satu satu bulan barulah ada gejala-gejala,” ungkapnya.Beberapa gejala gangguan tiroid yang bisa diamati di antaranya ketika bayi terlalu banyak tidur dan tidak menangis.

Selanjutnya, bayi menjadi tidak tahan dingin, muka kelihatan bodoh dan menjadi lebam dengan bibir dan lidah besar atau bengkak, menguning, buang air besartidak beraturan bahkan bisa satu pekan sekali. Kalau sudah muncul gejala ini semua dipastikan bahwa perkembangan mental dan IQ sang bayi sudah turun drastis.

“Hal inilah yang harus dicegah sejak bayi lahir sebelum berusia satu bulan agar siapapun orangnya harus memeriksa dengan skrining hipotiroid kongetinal atau SHK. Pada saat ini sudah ada beberapa rumah sakit yang menggalakkan hal tersebut dengan menyatukannya dengan pemeriksaan lain. Namun, masih ada yang bandel dan tidak menganggap hal tersebut penting,” ungkap Erwin.

Pengobatan Dini Gangguan Tiroid

Dia memaparkan jika digabung harga pun akan lebih murah ketimbang memeriksa sendiri ke laboratorium dengan biaya tiga kali lipat. Kalau sudah lewat dari satu bulan, mental sang bayi susah untuk dikembalikan walau perkembangan fisiknya masih bisa diobati.

Jika ditemukan sebelum satu bulan dan dilakukan tindakan pengobatan secepat mungkin akan menyelamatkan sang anak dari cacat keterbelakangan mental tersebut.

Penyebab Gangguan Tiroid

Erwin melanjutkan penyakit hipotiroid disebabkan yang muncul karena disgenesis. Zat-zat dari asupan makanan, plastik yang dapat meracuni yang bisa menyebabkan terjadi proses perkembangan di otak menjadi terhambat, sinar-x pada saat rontgen dan terakhir memang sedang dilakukan literatur atau penelitian yang dicurigai adanya faktor genetik dari sang ibu. Selain itu, adapula terjadinya mutasi genetik pada bayi saat berada dalam kandungan.

“Jika hipertiroid menandakan adanya kelebihan T4 dan T3 yang dapat membuat anak banyak keringetan, jantung deg-degan, gemetar, badan menjadi kurus, metabolismenya jadingaco yang dapat membuat jantung bermasalah,” jelasnya.

Program Sosialisasi Tiroid diharapkan dapat memberikan edukasi dan memperluas pengobatan kepada masyarakat akan pengetahuan pentingnya SHK. Merck Indonesia akan melakukan SHK pada 500 bayi dan 500 orang dewasa dalam kurun kurang lebih satu tahun yang dimulai pada awal 2015 di seluruh Indonesia yakni enam provinsi di tahap awal DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra Utara, Bandung, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. (Sumber : Bisnis Indonesia Week End Edisi 23/11/2014)

data-ad-format="link">

Demikianlah artikel mengenai Gangguan Tiroid Bisa Menyebabkan IQ Rendah, semoga bermanfaat. Jangan lupa menjaga kesehatan Anda dan keluarga, dapatkan produk kesehatan bermutu di Tokoina.com

Bagikan informasi tentang Gangguan Tiroid Bisa Menyebabkan IQ Rendah kepada teman atau kerabat Anda.

Gangguan Tiroid Bisa Menyebabkan IQ Rendah | TOKOINA-JUAL PRODUK KESEHATAN dan KECANTIKAN

Belum ada komentar untuk Gangguan Tiroid Bisa Menyebabkan IQ Rendah

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

thirteen + nineteen =

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 170.000
Ready Stock / MNM
SIDEBAR