Terakhir diperbarui: 24 Agustus 2026.
Scabies pada kucing adalah penyakit kulit akibat infestasi tungau mikroskopis. Pada kucing, salah satu bentuknya adalah notoedric mange oleh Notoedres cati. Penyakit ini menular dan dapat menyebabkan gatal hebat, luka garukan, kerak, serta kerontokan bulu. Diagnosis dan obat antiparasit sebaiknya ditentukan dokter hewan karena beberapa penyakit kulit lain tampak serupa.
Gejala yang perlu diperhatikan
- gatal hebat dan kucing terus menggaruk atau menggigit kulit;
- kerak tebal, sisik, atau luka yang sering bermula di tepi telinga, kepala, dan leher;
- bulu rontok dan kulit menebal;
- luka basah, bau, atau nanah akibat infeksi sekunder;
- gelisah, sulit tidur, nafsu makan turun, atau berat badan berkurang pada kasus berat.
Tungau telinga, alergi kutu, ringworm, infeksi bakteri, dan penyakit imun juga dapat menimbulkan gatal atau kerak. Karena itu, jangan menegakkan diagnosis hanya dari foto.
Bagaimana scabies menular?
Tungau dapat berpindah melalui kontak dekat antarkucing. Benda seperti alas tidur, kandang, sisir, dan handuk juga dapat berperan, walaupun tingkat ketahanan tungau di lingkungan bergantung jenisnya. Hewan serumah yang tampak sehat pun mungkin memerlukan penilaian atau terapi bersamaan.
Beberapa tungau kucing dapat menyebabkan ruam dan gatal sementara pada manusia. Bila anggota keluarga mengalami keluhan kulit setelah kontak, konsultasikan dengan tenaga kesehatan dan beri tahu bahwa ada kucing yang diduga terkena mange.
Diagnosis oleh dokter hewan
Dokter hewan akan menilai pola lesi dan dapat mengambil kerokan kulit, selotip, atau sampel lain untuk dilihat di bawah mikroskop. Tungau tidak selalu mudah ditemukan. Bila gejalanya sangat khas, dokter mungkin mempertimbangkan terapi uji sambil menyingkirkan jamur, alergi, dan penyebab lain.
Pengobatan yang tepat
Terapi dapat berupa obat antiparasit spot-on, obat oral atau suntik, maupun bilasan lime sulfur, bergantung jenis tungau, usia, berat badan, dan kondisi kucing. Infeksi bakteri atau jamur sekunder mungkin membutuhkan terapi tambahan. Semua dosis dan jadwal harus mengikuti dokter hewan.
Jangan menggunakan obat kutu anjing pada kucing. Produk yang mengandung permethrin dalam konsentrasi untuk anjing dapat sangat beracun bagi kucing. Hindari pula minyak tanah, oli, pestisida rumah tangga, minyak esensial, balsem, atau ramuan yang dapat menyebabkan keracunan dan luka kulit.
Jangan menghentikan obat hanya karena gatal berkurang. Siklus hidup tungau dapat membuat terapi perlu diulang, dan kontrol ulang membantu memastikan infestasi benar-benar terkendali.
Perawatan lingkungan dan hewan serumah
- pisahkan sementara kucing yang terinfestasi sesuai arahan dokter hewan;
- cuci alas tidur dan kain yang dapat dicuci, lalu keringkan dengan baik;
- vakum area tidur dan bersihkan kandang, sisir, serta perlengkapan;
- jangan berbagi alat grooming antarhewan;
- tanyakan apakah seluruh hewan yang kontak perlu diterapi bersamaan.
Gunakan sarung tangan bila menangani luka dan cuci tangan setelah kontak. Lingkungan harus dibersihkan tanpa menyemprotkan bahan beracun di dekat kucing.
Kapan harus segera ke dokter hewan?
- anak kucing, kucing tua, hamil, atau memiliki penyakit kronis;
- lesi menyebar cepat, perdarahan, nanah, bau, atau nyeri berat;
- kucing tidak mau makan, dehidrasi, lemas, atau berat badan menurun;
- terdapat banyak hewan dalam rumah atau penampungan;
- obat sebelumnya tidak membantu atau muncul tanda keracunan seperti tremor, liur berlebihan, kejang, atau sulit berjalan.
Scabies berbeda dari jamur
Scabies disebabkan tungau, sedangkan ringworm disebabkan jamur dermatofita. Keduanya bisa menular dan menyebabkan kerontokan atau kerak, tetapi membutuhkan obat berbeda. Pemeriksaan dokter hewan mencegah penggunaan antijamur untuk masalah tungau atau antiparasit untuk penyakit jamur.
Kesimpulan
Scabies pada kucing dapat diobati, tetapi terapi harus sesuai jenis tungau dan biasanya perlu mencakup hewan yang kontak serta kebersihan lingkungan. Hindari obat anjing dan bahan rumahan; keduanya dapat membahayakan kucing dan menunda diagnosis.
Informasi veteriner: Artikel ini untuk edukasi umum, bukan pengganti pemeriksaan dan pengobatan dokter hewan.
