Terakhir diperbarui: 24 Agustus 2026.
Ringkasnya: sakit telinga bukan diagnosis. Penyebabnya dapat berupa infeksi, sumbatan kotoran telinga, iritasi liang telinga, cedera gendang telinga, atau nyeri yang menjalar dari gigi dan tenggorokan. Karena penanganannya berbeda, hindari memilih antibiotik atau obat tetes secara asal.
Pertolongan awal yang relatif aman
- Kompres bagian luar telinga dengan kain hangat selama sekitar 10–15 menit.
- Gunakan parasetamol atau ibuprofen hanya bila sesuai usia dan kondisi kesehatan, serta ikuti dosis pada label atau anjuran tenaga kesehatan. Anak di bawah 16 tahun tidak boleh diberi aspirin.
- Jaga telinga tetap kering sampai penyebabnya jelas.
- Istirahat dan cukup minum bila keluhan menyertai pilek atau infeksi saluran napas.
Jangan memasukkan cotton bud, jepit rambut, ear candle, minyak, balsem, propolis, atau cairan rumahan ke dalam telinga. Tindakan tersebut dapat mendorong kotoran lebih dalam, mengiritasi liang telinga, atau berbahaya bila gendang telinga berlubang.
Penyebab sakit telinga yang umum
1. Infeksi telinga tengah
Infeksi telinga tengah sering terjadi setelah pilek, terutama pada anak. Keluhannya dapat berupa nyeri, demam, rewel, gangguan tidur, atau pendengaran sementara berkurang. Sebagian kasus membaik sendiri, tetapi bayi, anak yang tampak sakit berat, atau keluhan yang menetap perlu dinilai tenaga kesehatan.
2. Radang liang telinga
Nyeri yang bertambah ketika daun telinga ditarik, rasa gatal, dan cairan dari telinga dapat mengarah ke radang liang telinga. Kondisi ini dapat muncul setelah berenang, kebiasaan mengorek telinga, atau iritasi kulit. Pemeriksaan diperlukan untuk menentukan apakah obat tetes antimikroba atau terapi lain memang dibutuhkan.
3. Sumbatan kotoran telinga
Sumbatan serumen dapat menyebabkan telinga terasa penuh, nyeri, berdenging, pusing, atau pendengaran berkurang. Kotoran telinga normalnya keluar sendiri. Bila tersumbat, apoteker atau dokter dapat menyarankan pelunak serumen dan, bila perlu, pembersihan profesional. Jangan memakai obat tetes bila ada dugaan gendang telinga berlubang, pernah menjalani operasi telinga, atau muncul cairan dari telinga tanpa pemeriksaan.
4. Cedera atau gendang telinga berlubang
Nyeri mendadak setelah suara sangat keras, benturan, menyelam, penerbangan, atau memasukkan benda ke telinga dapat berkaitan dengan cedera. Cairan berdarah, penurunan pendengaran mendadak, atau pusing berat memerlukan pertolongan medis.
5. Nyeri yang berasal dari tempat lain
Masalah gigi, radang tenggorokan, tonsil, atau sendi rahang dapat terasa sebagai nyeri telinga. Karena itu, telinga yang tampak normal belum tentu berarti keluhan tidak nyata; dokter mungkin perlu memeriksa mulut, tenggorokan, dan rahang.
Bagaimana memilih obat tetes telinga?
Istilah “obat tetes telinga” mencakup produk dengan fungsi berbeda. Ada pelunak kotoran, obat untuk peradangan tertentu, serta tetes antimikroba yang hanya sesuai untuk diagnosis tertentu. Antibiotik tetes tidak mengatasi semua penyebab dan tidak boleh digunakan dari resep lama atau milik orang lain.
Sebelum menggunakan obat tetes, pastikan:
- produk memang ditujukan untuk telinga dan belum kedaluwarsa;
- dosis serta lama penggunaan mengikuti label atau resep;
- tidak ada riwayat alergi terhadap kandungannya;
- tidak ada dugaan gendang telinga berlubang, cairan berdarah, benda asing, atau operasi telinga, kecuali dokter menyatakan aman.
Jika dokter atau apoteker menyarankan tetes, hangatkan botol di telapak tangan, berbaring dengan telinga sakit menghadap ke atas, teteskan tanpa menyentuhkan ujung botol ke telinga, lalu pertahankan posisi beberapa menit. Hentikan dan cari bantuan jika muncul nyeri tajam, bengkak, ruam, atau keluhan memburuk.
Kapan harus segera mencari pertolongan?
Hubungi dokter atau fasilitas kesehatan segera bila sakit telinga disertai:
- cairan, nanah, atau darah dari telinga;
- penurunan pendengaran baru atau mendadak;
- bengkak atau kemerahan di sekitar atau belakang telinga;
- demam tinggi, menggigil, tampak sangat lemah, atau nyeri berat;
- pusing berat, gangguan keseimbangan, kelemahan wajah, atau sakit kepala berat;
- benda asing atau baterai kancing di telinga;
- cedera kepala, benturan, atau paparan suara sangat keras;
- bayi di bawah 6 bulan dengan demam atau tampak tidak sehat.
Periksakan juga bila keluhan tidak mulai membaik dalam 2–3 hari, sering kambuh, atau anak di bawah 2 tahun mengalami sakit pada kedua telinga.
Kesimpulan
Obat terbaik untuk sakit telinga bergantung pada penyebabnya. Pertolongan awal dapat berfokus pada pereda nyeri yang sesuai dan kompres hangat, sementara obat tetes, antibiotik, atau pembersihan serumen sebaiknya digunakan setelah penyebab serta kondisi gendang telinga dinilai.
Informasi medis: Artikel ini untuk edukasi umum dan bukan pengganti diagnosis, pemeriksaan, atau pengobatan dokter.
